Kamis, 05 Juli 2018

Tadabur Ayat Qur'an (Jangan Jadikan Setan Pemimpin Kita)

TADABUR AYAT AL-QUR’AN
(Jangan Jadikan Setan Pemimpin Kita)

Bismillahirrahmaanirrahiim. Robbizidnii 'ilmaa Warzuqnii fahmma

1. Surah An-Nahl (16) : 99
“Sesungguhnya, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan.
2. Surah An-Nahl (16) : 100
“Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah.

            Jadi, sebenarnya, jika kita beriman dan bertawakal kepada Tuhan, ya setan itu tidak dapat mempengaruhi kita. Kita beriman kepada Tuhan? Beriman tidak? Insya Allah, kita beriman. Kita mengakui bahwasannya Allah lah yang menciptakan kita dan seluruh alam semesta. Allah lah satu-satunya yang berhak dan wajiib kita sembah. Setuju? Insya Allah. Setan itu hanya bisa mempengaruhi orang yang menjadikannya pemimpin dan orang yang mempersekutukan setan dengan Allah.  Siapa orang yang menjadikan setan itu sebagai pemimpin? Lihat. Pemimpin itu suka nyuruh dan melarang. Setan menyuruh dan melarang kita itu melalui bisikannya, melalui godaannya. Dia menyuruh kita terhadap hal yang dibenci Allah, terhadap yang dilarang oleh Allah. Dia melarang kita terhadap hal yang disukai Allah, terhadap hal yang disuruh oleh Allah.
 Allah menyuruh kita untuk solat 5 waktu. Setan menggoda kita untuk meninggalkan solat yang 5 waktu. Ketika kita meninggalkan salah satu atau kelimanya tanpa sebab yang syar’i, berarti kita telah tergoda oleh setan. Berarti setan telah berhasil melarang kita. Berarti kita mengikuti larangan setan. Allah menyuruh kita berpuasa ketika bulan ramadhan. Setan menggoda kita untuk tidak berpuasa ketika bulan ramadhan. Ketika kita meninggalkan puasa 1 hari, atau 2 hari atau beberapa hari, atau seluruhnya tanpa sebab yang syar’i, berarti kita telah tergoda oleh setan. Berarti setan telah berhasil melarang kita. Berarti kita telah mengikuti larangan setan. Jika itu berlarut-larut terjadi, berarti kita sudah menjadikan setan sebagai pemimpin kita.
Allah melarang kita menyekutukan Allah. Allah melarang kita durhaka kepada orang tua. Allah melarang kita membunuh. Allah melarang kita berzina. Allah melarang kita sombong, riya, memfitnah, menggibah, dsb. Setan menggoda kita untuk menyekutukan Allah. Setan menggoda kita untuk durhaka kepada orang tua. Setan menggoda kita untuk membunuh. Setan menggoda kita untuk berzina. Setan menggoda kita untuk sombong, riya, memfitnah, menggibah, dsb.  Ketika kita tergoda oleh setan dan melakukan apa yang dibisikkannya kepada kita, maka setan telah berhasil menyuruh kita. Berarti kita telah mengikuti perintah setan. Jika itu berlarut-larut terjadi, berarti kita sudah menjadikan setan sebagai pemimpin kita. Na’udzubillahi min zalik. Secara sadar, tentunya kita tidak mau hal itu terjadi. Tetapi terkadang hal itu sering terjadi tanpa kita sadari. Maka dari itu, marilah kita sadar untuk tidak menjadikan setan sebagai pemimpin kita. Jangan mau patuh disuruh-suruh oleh setan. Dan jangan mau dilarang-larang oleh setan. Jangan mau hidup kita diatur oleh setan. Apalagi mempersekutukannya dengan Allah. Na’udzubillahi min zalik. Jika kita tidak dipimpin oleh setan serta beriman dan bertawakal kepada Allah, insya Allah, setan itu tidak ada pengaruhnya sama kita. Nggak ngefek gitu loh. Ngga ngaru. Insya Allah. Semoga kita bisa menjadi orang yang beriman dan bertawakal kepada Allah dan tidak menjadikan syaihthan sebagai pemimipin kita. Aamiin.
Akhirul kalam, yang benar dari Allah. Yang salah dari saya. Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar